HOME ยป POLITIK
POLITIK
Kamis, 12 Oktober 2017 , 19:15:00 WIB

Partai Politik Manfaatkan Kepopuleran Artis Dalam Meraup Simpati Masyarakat.

Laporan: Ryan Sandri




RMOLJabar. Pentignya kepopuleran seorang figur  jadi pertimbangan partai politik,mengusung nama artis dalam sebagai kandidat yang di majukan partai dalam pilkada.

Menurut pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad),Firman Manan, seringkali partai politik memanfaatkan kepopuleran seorang artis sebagai vote getter dalam meraih simpatik masyarakat,hal itu disampaikan Firman siang tadi, Kamis (12/10).

"Partai politik seringkali memanfaatkan popularitas artis sebagai vote getter utk meraih suara dlm pilkada, misalnya dg mengusung Artis sebagai calon wakil kepala daerah yang dipasangkan dengan kadernya," Jelas Firman.

Menambahkan,bahwa kepercayaan masyarakat akan Partai politik maupun sosok (kader )yang dimunculkan partai dari Internal partai saat ini memang tengah mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat,banyak faktor pula yang menjadi memunculkan krisis kepercayaan masyarakat tersebut,diantaranya banyaknya tokoh partai yang melakukan korupsi dan beberapa faktor lainnya.

"Ya, bisa karena kepercayaan publik terhadap parpol Dan kader-kadernya semakin menurun, karena kinerja yang tidak optimal dan perilaku menyimpang, misalnya kasus2 korupsi dan pelanggaran etika, sehingga publik mencari figur-figur alternatif di luar partai;

Lebih lanjut dijelaskan Firman,bahwa sistem pemilihan secara tradisional yang dilakukan masyarakat yang hanya menilai figur dari kepopuleran tanpa melihat rekam jejaknya menjadikan banyak publik figur dari profesi artis bisa memenangkan pertatungan dalam pemilihan kepala daerah dan legislatif saat ini.

"Tipologi pemilih tradisional, yg seringkali memilih karena alasan figur yg populer - dikenal luas oleh publik, bukan karena kompetensi dan track record, sehingga membuka peluang bagi Artis-artis untuk terpilih," Pungkasnya. [gus]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :