HOME ยป POLITIK
POLITIK
Minggu, 22 Oktober 2017 , 21:01:00 WIB

Santri Memberi Arti untuk Negeri

Laporan: Abdul Mu'it




RMOLJabar. Santri seringkali diidentikkan dengan pelajar yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren yang diasuh dan dibimbing oleh para kiyai-ulama ataupun para ustadz selama bertahun-tahun.

Seorang santri saat berada di pesantren tidak saja dibekali berbagai ilmu keagamaan, melainkan juga ilmu kehidupan yang dengannya diharapkan usai menuntaskan pendidikannya, santri dapat hidup mandiri dan berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Para santri diajari agama segar teori juga praktek. Di samping itu, mereka juga diajari soal bertani, bercocok tanam, berdagang, berpidato dan cara hidup bermasyarakat.

Pendidikan ala pondok pesantren yang dinikmati kaum santri itu, memberikan kesan yang mendalam pada pribadinya. Karena mereka juga menyaksikan secara langsung bagaimana para kiyai atau ustadznya berkiprah baik di dalam lingkungan pesantren ataupun di luar.

Jika menengok peri kehidupan kaum santri sedemikian itu, maka kita sebagai bangsa patut bersyukur karena masih banyak pondok pesantren diisi oleh kaum santri dalam menimba ilmu dan pengalaman di bawah bimbingan para kiyai-ulama dan ustadz-ustadz yang mumpuni.

Demikian diutarakan Kabid Kepemudaan, Ahmad Arif Imamulhaq, mengapresiasi Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober 2017 sejak tahun 2015.

"Kita semua membaca sejarah bangsa Indonesia yang kemerdekaannya tidak terlepas dari peran serta dan perjuangan para kiyai juga santri. Begitupun dalam pembangunan bangsa saat ini, peran serta kaum santri sangatlah berarti bagi kemajuan ummat dan bangsa dalam bingkai NKRI," ujar Arif yang juga pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al Ishlah Purwakarta Jawa Barat.

"Saat ini, santri semestinya dapat memposisikan diri lebih strategis pada berbagai sektor pembangunan. Karena santri, sejatinya merupakan orang yang masagi atau mumpuni dalam segala hal, baik dalam hal ilmu keagamaan maupun kompetensi dan life skill lainnya yang dibutuhkan masyarakat seiring dengan pola pendidikan pesantren yang semakin maju dan modern. Dan, saya kira saatnya santri juga dapat hadir sebagai pemimpin yang memberi arti dan manfaat bagi negeri," pungkas Arif. [jar]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :