HOME ยป POLITIK
POLITIK
Selasa, 21 November 2017 , 06:59:00 WIB

Ketum PB HMI Desak Usut Tuntas Isu Politik Uang di Munas KAHMI ke-10

Laporan: Fajar Maritim




RMOLJabar. Ketua Umum PB HMI Mulyadi P. Tamsir sangat menyayangkan atas beredarnya pemberitaan di media seputar desas-desus adanya money politic (politik uang) pada pemilihan presidium Majelis Nasional KAHMI di Musyawarah Nasional (Munas) ke-10, yang bertempat di kota Medan, baru-baru ini.

Menurut Mulyadi, isu politik uang tersebut mencoreng citra KAHMI sebagai paguyuban intelektual dan juga berimplikasi negatif terhadap organisasi HMI.

"Jika isu money politic tersebut adalah fakta yang terjadi, maka hal tersebut telah mendegradasi semangat pembentukan KAHMI sebagai organisasi paguyuban alumni HMI dan merusak rasa syukur kita atas penganugerahan gelar pahlawan nasional Prof. Lafran Pane," kata Mulyadi kepada RMOLJabar, Selasa (21/11).

"Artinya peserta munas kahmi telah gagal menjadikan alm. Prof. Lafran Pane sebagai teladan. Dan kita sangat khawatir jika dibiarkan maka hal tersebut akan menjadi tradisi baru yang akan berlanjut pada munas KAHMI berikutnya," sambungnya.

Oleh karena itu, butuh penyikapan yang tegas dari majelis dewan etik KAHMI untuk bersidang dan mencari kebenaran isu yang berkembang tersebut agar ada kejelasan dan dapat menjernihkan keadaan.

"Jika benar terbukti ada money politik dalam proses pemilihan presidium nasional KAHMI maka majelis dewan etik harus berani memberikan sanksi yang tegas terhadap para pelaku, demikian juga sebaliknya, jika tidak terbukti maka semua pihak harus dapat menerima hasil sidang majelis dewan etik dan tidak lagi menyebarkan isu di media karena akan menjadi konsumsi publik yang dapat merusak nama baik keluarga besar HMI," pungkasnya. [jar]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :