HOME ยป KANG AHER
KANG AHER
Selasa, 23 Januari 2018 , 17:33:00 WIB

Aher Sumringah, Industri Jasa Keungan Jabar Alami Pertumbuhan

Laporan: Aldi Ferdian




RMOLJabar. Kinerja industri jasa keuangan Jawa Barat cukup stabil dan mengalami pertumbuhan di tahun 2017.

Sektor perbankan tetap mengalami pertumbuhan (ytd), dengan pertumbuhan aset 8,31 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) 7,77 persen dan kredit 6,31 persen.

Selain itu, fungsi intermediasi perbankan tergolong cukup optimal dengan LDR yang berbeda pada kisaran 90,09 persen sampai dengan 91,33 persen dan NPL yang masih cukup terkendali pada level 4,01 persen.

"Kita menyambut baik perkembangan industri jasa keuangan di Jawa Barat yang trendnya baik, sehat, naik keuntungan dan sebagainya," kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan usai menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Intercontinental Hotel, Bandung, Selasa (23/1).

Sementara dari sisi kinerja BPR/S di Jabar mengalami pertumbuhan positif (ytd), yaitu pertumbuhan aset 7,27 persen, DPK 7 persen dan kredit 9,48 persen. Fungsi intermediasi BPR pun tergolong cukup tinggi, tercermin dari tingkat LDR rata-rata  101,01 persen, tapi dengan NPL yang cukup tinggi yakni pada level 7 sampai dengan 8,83 persen.

Akan tetapi, lanjut Aher sapaan akrabnya, pihaknya mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jangan hanya menyorot industri jasa keuangan saja. Tetapi pertumbuhan sektor riil turut diperhatikan yang menggunakan jasa kuangan.

Pasalnya, bila sektor riil mengalami kenuntungan akibat dari kebijakan sektor moneter lalu diikuti industri jasa keuangan, bisa diketahui sejauh mana dan besaran akibat dari kebijakan tersebut.

"Kalau kemudian di sektor riil ternyata untung berarti bagus. Jadi sektor moneter menurunkan suku bunganya berdampak pada turunnya suku bunga di industri perbankan dan industri keuangan lainnya, lalu berdampak pada bergairahnya investasi dan ekonomi di kalangan masyarakat di sektor riil nya," ucap Aher.

Dia menambahkan, akan sangat besar pengaruhnya jika kebijakan moneter berpihak pada sektor riil. Pihaknya berharap ke depan hal itu dapat diperhatikan OJK.

"Sektor jasa keuangan untung akibat secara moneter kebijakannya berpihak pada pertumbuhan industri, pertumbuhan investasi, pertumbuhan ekonomi. Ini yang kita harapkan," pungkasnya. [nif]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :