HOME ยป SOSIAL
SOSIAL
Jum'at, 26 Januari 2018 , 00:35:00 WIB

Danrem 063/SGJ Bentuk Tim Sosialisasi Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah

Laporan: Ahyaruddin Asep




RMOLJabar. Setiap Individu masyarakat akibat aktivitasnya sehari-hari akan menimbulkan tumpukan sampah di lingkungan. Namun, setiap individu masyarakat pula menjadi ujung tombak dari penanganan masalah sampah tersebut.

Demikian dikatakan Komandan Korem (Danrem) 063/SGJ, Kolonel Inf Very Sudijanto Sudin S.I.P dalam teks sambutan di acara Sosialisasi Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga dengan Metode M3, yang dibacakan Kepala Staf Korem 063/SGJ (Letkol Arm wahyu Widodo S.Sos)

"Mengubah perilaku kita terhadap sampah bukan hal mudah, tetapi langkah ini harus segera dilakukan. Individu masyarakat sebagai penghasil sampah sebagai akibat dari aktivitasnya sekaligus ujung tombak dari keberhasilan penanganan masalah sampah tersebut," kata Danrem.

Suatu pengelolaan sampah, lanjut Danrem, dianggap baik jika sampah tersebut tidak menjadi tempat berkembang biaknya bibit penyakit serta tidak menjadi perantara menyebarluasnya suatu penyakit.

"Untuk itu yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah peran serta Prajurit, PNS dan Persit harus mengerti dan mau berpartisipasi. Bila perlu, mengubah sikap sehingga bersedia membantu. Mulai dari pengurangan volume sampai perbaikan kualitas sampah, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan tempat sampah, sekaligus menyediakan lahan dan pemusnahan sampah," ungkap Danrem.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Korem 063/SGJ, Letkol Arm wahyu Widodo S.Sos menyatakan keterlibatan Prajurit, PNS dan Persit dalam pengelolaan sampah merupakan salah satu faktor untuk menanggulangi kompleksitas persoalan sampah di lingkungan pemukiman.

"Pemerintah Jepang saja membutuhkan waktu 10 tahun untuk membiasakan masyarakatnya memilah sampah," ujar Letkol Arm wahyu Widodo S.Sos dihadapan ratusan anggota Korem 063/SGJ Cirebon.

Menurut Ia, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai metode penanganan sampah. Dan metode ini, disebutkan Ia, sebagai model relatif aplikatif dan bernilai ekonomis.

"Yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (penggunaan kembali), Recycling (daur ulang), Replace (mengganti)," bebernya.

Selanjutnya, Ia menambahkan partisipasi Prajurit, PNS dan Persit terhadap pengelolaan masalah sampah rumah tangga sangat diperlukan, dengan cara aktif dalam membuang sampah pada tempat atau tong sampah yang telah disediakan. Sehingga dengan demikian, sambung Ia, tercipta lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman bagi masyarakat itu sendiri.

"Oleh karena itu, dalam menanggulangi sampah sudah merupakan tanggung jawab bersama dengan melakukan pengelolaan sebaik mungkin agar tercipta lingkungan yang sehat dan bersih," pungkas Ia.

Ia juga menghimbau agar kegiatan sosialisasi pengolahan dan pemanfaatan sampah rumah tangga dengan metode M3, dapat betul-betul disimak secara seksama.

"Tanyakan hal-hal penting yang tidak diketahui kepada Tim Sosialisasi, sehingga seluruh anggota semakin tahu dan mampu mengolah sampah dan bernilai ekonomis," cetus Ia.

Kegiatan digelar di Aula Makorem 063/SGJ Jalan Brigjend Dharsono By Pass Kota Cirebon. Turut hadir para Kasi Korem 063/SGJ, para Dan/Ka Staf Disjan, para Ka/Pa Staf Khusus Korem 063/SGJ dan seluruh anggota baik Prajurit maupun PNS Korem 063/SGJ beserta Dinasjawatan serta perwakilan Anggota Persit KCK Koorcab Korem 063/SGJ PD III Siliwangi.[gun]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :