HOME ยป HUKUM
HUKUM
Sabtu, 27 Januari 2018 , 04:46:00 WIB

Kejati Jambi Diiminta Umumkan Penangkapan Buronan Korupsi






RMOLJabar. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dinilai menutup-nutupi tertangkapnya Gerry Iskandar Alamlah, tersangka korupsi proyek pengerukan alur Sungai Batanghari tahun 2011 senilai Rp 7,78 miliar.

"Kejati Jambi harusnya buka-bukaan mengumumkan tertangkapnya Gerry. Bukan malah menutup-nutupi," kata kuasa hukum Tonggung Napitupulu, Frien Jones Tambun, melalui sambungan telepon, Jumat (26/1).

Menurut Frien, Gerry yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang OKK DPP Garda Pemuda Nasdem ini diketahui sudah lebih dari sepekan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi.

"Saya sudah ketemu Gerry di Lapas Jambi," ujar Frien.

Sikap Kejati Jambi ini berbeda saat menangkap beberapa tersangka korupsi lainnya. Mereka biasanya langsung mempublikasikan keberhasilan penangkapan.

Contohnya saat meringkus DPO koruptor kasus pengerukan alur sungai Batanghari Arief Hidayat yang merupakan Direktur Teknik PT Multi Hexaguna Karya yang sudah hampir enam tahun menjadi buronan kejaksaan pada pertengahan Oktober 2017 lalu.

Saat itu kejaksaan rajin merilis peristiwa penangkapan Arief, mulai dari penangkapan di Kota Bandung hingga dijelaskan ke Lapas Jambi.

"Lalu kenapa penangkapan Gerry justru ada upaya disembunyikan," tanya Frien.

Dalam kasus ini, ada sejumlah tersangka yang sudah ditahan, yakni Toha Maryono, Arief Hidayat, dan Tonggung Napitupulu.

Proyek pengerukan Sungai Batanghari senilai Rp 7,781 miliar diduga fiktif dan menyebabkan kerugian negara Rp 5,3 miliar. Proyek pengerukan alur dangkal tersebut dilakukan di Desa Tebat Patah dan Kecamatan Muarasebo, Muarojambi.

Proyek dikerjakan oleh PT Lince Rumaili Raya (LRR) dengan masa kerja 90 hari, mulai 18 Agustus hingga 16 November 2011. Kemudian masa kerja tersebut diperpanjang selama 25 hari hingga 11 Desember 2011. Meski sudah diperpanjang, namun hingga masa kontrak habis, pekerjaan belum tuntas.[gun]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :