HOME ยป SOSIAL
SOSIAL
Senin, 29 Januari 2018 , 23:01:00 WIB

Sekjen PBNU Jenguk Kiai Umar Basyi

Laporan: Lannie Rachman




RMOLJabar. Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menjenguk Kiai Umar Basri Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka di Rumah Sakit Al Islam Kota Bandung, Senin (29/1) malam.

Kira-kira setengah jam Helmy berada di ruang rawat inap nomor 313 tempat Mama Santiong dirawat.

Kepada wartawan, Helmy mengatakan kedatangannya tersebut ditugaskan secara langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.

"Saya diutus resmi oleh Ketum untuk menjenguk beliau (Mama Santiong) dan menyampaikan keprihatinan kepada keluarga juga mendoakan supaya beliau segera pulih kembali," tutur Hlmy.

Menurutnya secara keseluruhan kondisi Kiai Umar saat ini berangsur pulih, bahkan dugaan akan kehilangan memory setelah mengalami pengainiayaan ternyata tidak terbukti.

"Beliau sudah mengingat nama-nama seluruh anggotra keluarga, tapi masih trauma terutama kalau diajak berbicara kejadian (penganiayaan) yang menimpanya," ungkapnya.

Terkait kasus penganiayaan tersebut, Helmy berharap agar pihak kepolisian mengusutnya secara tuntas tindakan kekerasan yang dialami oleh ulama kulturan NU tersebut, terlebih selama ini Mama Santiong dikenal sebagai ulama yang santun dan tidak pernah terlibat dalam politik.

Mantan Menteri  PDT tersebut mengatakan secar pribadi dia telah berkomunikasi dengan Kapolri dan membicarakan terkait penganiayaan terhadap Kiai Umar meskipun sudah ada laporan bahwa terduga berinisial A tersebut diduga mengalami gangguan mental.

"Tapi kami tetap meminta polisi untuk terus mengusut apakah ada motif lain dibalik kejadian ini , apakah ada dugaan tersangka ini terllibat jaringan terosrisme dan setersunya," tegasnya.

Terlebih kata Helmy terduga sempat mengeluarkan umpatan yang bernada sebutan 'ahli neraka'. Sehingga dimungkinkan terindikasi jaringan teroris.

PBNU sendiri akan terus mengawal kasus tersebut yang mana tim penasehat hukum telah diterjunkan untuk mendampingi kasus penganiayaan terhadap Mama Santiong.

"Tim penasehat hukum terus melaporkan perkembangan dengan PBNU dan kami akan terus mengadvokasi, mengawal masalah ini secara tuntas agar hukum dutegakan setegak tegaknya dan memiliki rasa keadilan pada kita semua," katanya.

Helmy juga mengimbau kepada semua pihak terutama keluarga besar NU untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh issu-issu tidak benar yang banyak beredar.

"Kita tunggu dan percayakan kepada aparat untuk mengusut tuntas kasus ini," tutupnya. [jar]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :