HOME ยป SUDUT PANDANG
SUDUT PANDANG
Selasa, 06 Februari 2018 , 21:47:00 WIB

Media Punya Peran Penting Sajikan Berita ujtuk Generasi Milenial

Laporan: Ega Nugraha




RMOLJabar. Arus informasi yang semakin deras seiring berkembangnya era digitalisasi membuat media alternatif yakni sosial media makin mendapat tempat di generasi milenial yang cenderung menyukai hal instan termasuk mengkonsumsi berita.

Sekjen PWI Pusat Hendry CH Bangun menilai, mengapa media perlu memberikan perhatian khusus kepada generasi masa depan bangsa itu.

"Karena bangsa ini akan kemana tergantung dari apa yang merela lakukan," kata Hendry saat menjadi pembicara diskusi publik 'Jurnalisme Media Publik di Era Milenial' untuk Indonesia maju dan bermartabat," di Kantor RRI Padang, Selasa (6/1).

Generasi milenial, kata Hendry pada prinsipnya menyukai berita namun berbeda menggali atau mengkroscek informasi seperti generasi sebelumnya yang mencari lewat medium konvensional yaitu surat kabar alias koran, media elektronik dan online.

"Mereka itu entah itu mencari informasi dari teman-temannya melalui grup WA dan sosial media lainya," kata Hendry.

Hal inilah yang membuat media mainstreem 'galau' untuk memenuhi kebutuhan informasi kepada mereka, hingga akhirnya ikut berkerubung didalam liarnya arus informasi di sosial media. Kendati demikian, menurut Hendry media mainstreem masih perlu terlibat dan bermain untuk para generasi milenial ini.

"Pentingnya memeperhatikan mereka ini supaya mereka tahu mana berita yang benar, jadi hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah hoax nah itulah tugas utama media mainstreem, ini loh yang benar," ujarnya.

Hendry menambahkan, seperti ada berita dan informasi soal bencana yang banyak berseliweran di sosial media, padahal kejadian tersebut belum tentu kebenarannya.

"Ia pasti akan kembali ke media mainstreem, karena media mainstreem mengutamakan kroscek dan konfrimasi," pungkasnya.

Sementara, Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Alamsyari melihat generasi milenial baginya adalah generasi yang memiliki cara tersendiri untuk melakukan kroscek soal kebenaran suatu informasi.

"Bisa jadi mereka akan mempercayai media mainstreem bisa juga tidak," kata Kharis.

Oleh karena itu, Kharis berharap kepada dua lembaga penyiaran publik yakni TVRI dan RRI mampu mengambil sudut pandang ini. Dimana keduanya, harus bisa meyakinkan dan rujukan utama mereka para generasi milenial.

"Sayangnya merela tidak bisa dipaksa, karena mereka punya mekanisme tersendiri," kata Haris.

Selain dialog publik, dalam rangkaian Hari Pers Nasional ini juga diadakan pelatihan jurnalistik bagi seluruh pelajar Sekolah Menengah Atas se Kota Padang. Turut hadir dalam dialog tersebut Ketua Komisi I DPR RI Abdul Haris Alamsyari; Ketua Dewan Pengawas TVRI Arif Hidayat Thamrin; Ketua Dewam Pengawas LPP RRI Fredy Doulu.

Dengan mengakangkat tema "Meminang Keindahan di Padang Kesejahteraan", rangkaian acara HPN Sumbr 2018 akan diisi konvensi dan seminar paralel mengenai perkembangan media massa sehari sebelum acara puncak. Termasuk di dalamnya pertemuan akbar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) dan bakti sosial.

Begitu juga dengan gelaran pesta adat Makan Bajamba sekaligus pemberian anugerah Adinegoro pada tanggal 8 Februari dan puncak acara HPN 2018 pada tanggal 9 Februari 2018. Kedua kegiatan ini dijadwalkan akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

HPN merupakan kegiatan tahunan diselenggarakan masyarakat pers nasional yang terdiri dari Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).[gun]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :