HOME ยป EKBIS
EKBIS
Sabtu, 10 Februari 2018 , 06:17:00 WIB

Anjloknya Rupiah Kartu Kuning Kedua Buat Jokowi






RMOLJabar. Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 13.600 menjadi perhatian publik luas.

Hal itu menandakan sistem perekonomian yang dibangun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak menuai keberhasilan dari program-program yang dijalankan selama ini, seperti mempermudah izin investasi dan pembangunan infrastruktur.

"Rezim Jokowi perlu mengevaluasi kemerosotan mata uang rupiah terhadap dolar AS, bahkan angka Rp 13,600 per dolar adalah level terlemah sejak tahun 2016 lalu. Artinya tidak ada perbaikan perkonomian secara signifikan dibuat oleh pemerintah dan program pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas rezim Jokowi saat ini pun tidak mampu menjalankan roda perekonomian kearah yang lebih baik," jelas pemerhati politik Panji Nugraha kepada wartawan, Jumat (9/2).
 
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi selama pemerintahan Jokowi selalu meleset dari target tiap tahun. Dan saat ini anjloknya rupiah harus dianggap menjadi bahan evaluasi serius terhadap kinerja pemerintah. Jika justifikasi pemerintah rupiah anjlok dikarenakan faktor eksternal maka dapat diartikan fundamental perkonomian Indonesia rentan dan lemah menghadapi perubahan ekonomi global.

Di sisi lain, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar dinilai publik akibat kurang percayanya para investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

"Intinya masyarakat berharap rupiah tidak terus menerus terdepresiasi terhadap dolar AS, karena hal tersebut merupakan peringatan untuk Jokowi agar selalu berbenah agar rupiah tetap berharga di mata internasional. Dan bukan tidak mungkin akibat anjloknya rupiah, rakyat akan memberikan kartu kuning kedua kepada Jokowi," tegas Panji yang juga direktur eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI). [jar]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :