HOME ยป EKBIS
EKBIS
Sabtu, 10 Februari 2018 , 10:24:00 WIB

Mulyadi : Ini Napak Tilas APTRI

Laporan: Ahyaruddin Asep




RMOLJabar. Ketua DPC Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) kabupaten Cirebon, Mulyadi menceritakan tentang napak tilas atau perjalanan APTRI.

Hal itu disampaikan dia saat sambutan di acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tahun 2017 di PG Tersana Baru, Babakan kabupaten Cirebon belum lama ini.

Rakercab mengusung tema "Melalui Rapat Kerja Cabang DPC APTRI dengan Kondisi Yang Memprihatinkan Ini Kami Berharap Kebijakan Pemerintah Menuju Petani Tebu Sejahtera".

APTRI, kata Mulyadi, lahir pada tahun 2000 dan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) pertama kali di Boyolali. Munas I APTRI, sambung Ia, dihadiri langsung presiden Gus Dur.

"Munas pertama ialah untuk masa bakti (periodisasi) 2000-2005," ucap Mulyadi dalam acara yang dihadiri Bupati, Sunjaya Purwadisastra dan pengurus DPD APTRI Jawa Barat.

Kemudian, lanjut Mulyadi, Munas APTRI ke II diadakan di Bogor untuk masa bakti 2005-2010. "Dilanjut Munas ke III di Bali untuk masa bakti 2010-2015 dan terakhir Munas di Yogyakarta masa bakti 2015-2020," papar Mulyadi dengan gamblang.

Selanjutnya Mulyadi pun menceritakan soal perubahan nomenklatur "Asosiasi" berganti "Andalan". Kata Mulyadi, pergantian itu lantaran untuk keperluan legalitas APTRI.

"Nama Asosiasi tersandung oleh UU terutama UU tentang Ormas. Begitu pula aturan Kemenkumham. Ini kilas sejarah," terang Mulyadi.

Lalu, imbuhnya, dalam perjalanannya hingga sekarang, petani tebu yang tergabung dalam wadah APTRI selalu saja dihadapi beberapa permasalahan, tanpa kecuali di kabupaten Cirebon.

"Petani tebu pernah dihadapi masalah pajak (PPN) bagi petani tebu. Tapi setelah dilakukan koordinasi dan bertemu dengan ibu Menteri, akhirnya beliau mengeluarkan kebijakan bahwa gula tidak dikenakan pajak," ungkap Mulyadi.

Kemudian, masalah berikutnya, sebut Ia, berkaitan dengan kebijakan Menteri Perdagangan dengan mengeluarkan Surat Edaran yang berisi tentang nilai harga jual gula murah.

"Kami pernah mendatangi Istana untuk menyampaikan keberatan atas surat edaran Mendag tersebut," aku Mulyadi.

Begitu pula, keadaan petani tebu semakin terhimpit, manakala Mendag mengeluarkan kebijakan baru melalui Surat Edaran bahwa penjualan tebu tidak boleh ke petani gula, akan tetapi ke Bulog.

Diketahui selain Bupati dan DPD APTRI Jabar, Rakercab APTRI tahun 2017 ini juga dihadiri oleh Muspika, beberapa perwakilan koperasi, Mitra kerja unsur perbankan, Investor Gula, perwakilan paguyuban, Camat dan Kuwu se kecamatan Babakan, petani tebu dan tamu undangan lainnya. [bon]








BERITA LAINNYA

RUBRIK   :