HOME ยป PERISTIWA
PERISTIWA
Senin, 12 Februari 2018 , 15:37:00 WIB

Ormas Dorong Kejari Karawang Tuntaskan Korupsi Pengadaan Lahan Kampung Budaya

Laporan: Ega Nugraha




RMOLJabar. Ratusan orang dari gabungan Ormas dan LSM Di Karawang mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kajari)  Karawang, Senin (12/2/2018). Mereka  mendesak Kejaksaan segera menuntaskan kasus korupsi pengadaan lahan Kampung Budaya senilai Rp 13 miliar.

Mereka meminta agar pemeriksaan kasus korupsi yang menghebohkan di kota lumbung padi ini segera menetapkan tersangka yang bertanggung jawab terjadinya transaksi pengadaan lahan fiktif yang mengakibatkan kerugian negara.

Massa mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika aparat Kejaksaan tidak segera menetapkan tersangka. Dalam aksinya massa berorasi di gerbang kantor kejaksaan dan menyatakan dukungannya kepada Kejaksaan untuk menegakkan keadilan di tanah Karawang.

Kasus korupsi pengadaan lahan kampung budaya sudah sempat ditangani pihak kejaksaan sejak tahun 2014 lalu. Namun kasus tersebut tiba-tiba hilang tanpa kejelasan. Namun sejak Mei 2017 lalu Kejaksaan kembali membuka kasus tersebut, bahkan sudah memeriksa 20 orang yang terkait dengan pengadaan lahan kampung budaya.

"Kami minta penyidik kejaksaan tidak main-main lagi dengan kasus ini. Kami hadir disini untuk mengawal kejaksaan agar segera menyelesaikan kasus ini dengan menetapkan tersangka. Kasus ini kami kawal agar tidak lagi hilang seperti dulu. Ini kasus paling besar dalam kasus korupsi di Karawang. Apalagi kami dengar banyak pejabat tinggi Di Karawang yang diduga terlibat," kata Ketua Komando Penegak Keadilan (Kompak), Ahmad Mukron, kepada wartawan.

Kasus korupsi pengadaan lahan Kampung Budaya Di Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang senilai Rp 13 miliar diduga fiktif. Pasalnya lahan yang dibeli pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sejak tahun 2013 hingga saat ini tidak tercatat didalam aset pemerintah daerah. Sertifikat lahan tersebut masih milik orang yang sebelumnya menjual lahan ke pemerintah daerah.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Sukardi ketika menerima perwakilan massa mengatakan penyidik kejaksaan sudah merampungkan tahapan penyelidikan.

Sebanyak 20 orang sudah dimintai keterangan dalam kasus ini. Sukardi berjanji paling lama dalam satu minggu kedepan kasus ini naik menjadi penyidikan.

"Pemeriksaan kasus ini tetap harus mengikuti prosedur. Kami bekerja bukan karena intervensi dari pihak luar Dan pemeriksaan harus dilakukan secara obyektif demi kepentingan penegakan hukum. " kata Sukardi kepada perwakilan massa.

Sukardi mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Karawang dalam menyelesaikan kasus korupsi pengadaan lahan kampung budaya. Dia berharap dengan penegakan hukum memberantas korupsi bisa lebih mensejahterakan masyarakat Karawang.

Kasus korupsi jika dibiarkan justru akan menyengsarakan masyarakat sehingga semua pihak harus sama - sama mendukung.

"Dengan penanganan kasus korupsi pengadaan lahan  ini kita harapkan tahun ini tidak ada yang berani korupsi," tandasnya. [nif]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :