HOME ยป KANG DEDI
KANG DEDI
Selasa, 13 Februari 2018 , 18:42:00 WIB

Dedi Mulyadi: Kecelakaan di Tanjakan Emen Harus Disikapi Secara Rasional

Laporan: Yuslipar




RMOLJabar. Kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Emen, Kampung Cicenang, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat dan menewaskan 27 orang beberapa waktu lalu, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Tak terkecuali dari Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jabar, Dedi Mulyadi.

Pria nyentrik yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu, menyayangkan, insiden yang terjadi di Jalur Nasional Bandung-Subang via Lembang itu kerap dikait-kaitkan dengan hal mistik. Menurut dia, kecelakaan yang sering terjadi di daerah ini harusnya disikapi secara rasional

"Sejak saya kecil, legenda Tanjakan Emen sudah sangat terkenal. Dari ceritanya, banyak dikait-kaitkan dengah hal mistik. Bahkan, cerita itu berlanjut hingga generasi sekarang," ujar Dedi kepada awak media, Rabu (13/2).

Sebagai orang yang berpikir rasional, Dedi mengira, kisah mistis yang selama ini menjadi bumbu perjalan di jalur tersebut harus diubah menjadi langkah teknis dan strategis.

Menurutnya, problem kecelakaan yang kerap terjadi di Tanjakan Emen itu, salah satunya diakibatkan faktor infrastruktur penunjang yang kurang memadai. Padahal, kondisi jalan di jalur tersebut banyak turunan terjal dan curam.

"Maka, agar kecelakaan tidak terus berulang, yang harus dilakukan adalah tingkat kecuraman harus dikurangi, lebar jalan ditambah," kata Dedi berpendapat.

Kemudian, kata dia, pembatas di kanan kiri jalan harus lebih diperkuat agar tidak mudah patah jika tertimpa beban kendaraan yang terguling. Selain itu, rambu peringatan pun harus dipasang di kedua arah. Ini, pendapatnya, merupakan cara logis untuk menyelesaikan problem kecelakaan yang terus berulang di Tanjakan Emen.

"Tinggalkan cerita mistis, mari bangun langkah yang lebih rasional agar Tanjakan Emen menjadi penyempurna perjalanan indah melewati hamparan kebun teh di Ciater," tuturnya.

Kecelakaan yang menyebabkan 27 korban jiwa itu, lanjut Dedi sangat mengerikan. Karenanya, sudah saatnya penataan jalur di wilayah tersebut dikaji lagi. Supaya, kasus-kasus serupa bisa terminimalisasi. [bon]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :