HOME ยป HUKUM
HUKUM
Rabu, 14 Februari 2018 , 17:46:00 WIB

Pasca OTT, Lingkungan Pemkab Subang Sepi dari Aktifitas

Laporan: Ega Nugraha




RMOLJabar. Pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Subang, Imas Aryumningsih, kegiatan birokrasi di lingkungan pemkab setempat sedikit terganggu.

Bak anak ayam kehilangan induknya, para pegawai di komplek perkatoran itu tampak sepi dari aktifitas biasanya.

Pantauan di lokasi, beberapa gedung perkantoran tampak terlihat tak berpenghuni. Kondisi seperti ini, seperti yang terlihat di kantor bupati.

Saat ini, gedung yang menjadi kantornya tiga petinggi pemkab itu tampak sepi dari aktifitas pegawai. Tak terlihat satu pun pegawai yang biasanya lalu-lalang di lokasi itu.

Mungkin salah satunya, karena para pegawai mengalami shock imbas dari penangkapan pimpinannya oleh lembaga anti rasuah itu. Mereka,masih tidak menyangka dengan kejadian tersebut.

Tak hanya di gedung yang menjadi kantor bupati, suasa sepi pun telihat hampir di seluruh perkantoran yang ada di lingkungan Pemkab Subang. Hingga berita ini ditulis, belum ada satupun pejabat terkait dilingkungan pemkab yang bisa dimintai keterangan soal OTT ini.

"Tapi kami pastikan, pelayanan kepada masyarakat masih tetap berjalan dan tidak terganggu hal tersebut. Soal OTT, itu saya belum tahu, " ujar Asisten Daerah (Asda) II, Setda Pemkab Subang, Komir Bastaman kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/2).

Sementara itu, dari informasi yang beredar, lembaga anti rasuah ini dikabarkan melakukan sejumlah petinggi di pemerintahan Subang.

Dalam OTT yang berlangsung Selasa (13/2) sekitar pukul 21.30 WIB itu, kabarnya ada tiga orang yang diamankan petugas KPK. Yakni, Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Sekretariat Daerah (Sekda) HM Abdurakhman, dan seorang pengusaha bernama Darta. Adapun OTT ini diduga berkaitan dengan pemulusan perizinan.

Selanjutnya, ketiga orang yang terkena OTT ini langsung dibawa petugas KPK menuju Jakarta. Hingga kini, belum diketahui pasti nilai transaksi suap yang menjerat bupati perempuan itu. [nif]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :