HOME ยป PEMERINTAHAN
PEMERINTAHAN
Jum'at, 16 Maret 2018 , 21:01:00 WIB

Seluruh Pedagang Kaki Lima di Kota Cirebon Akan Diidentifikasi

Laporan: Ahyaruddin Asep




RMOLJabar. Seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang ada di kota Cirebon akan segera diidentifikasi. Dinas terkait diminta saling bekerja sama untuk mengatasi permasalahan PKL di kota Cirebon.

Pjs Walikota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufikurahman, M.Si, menjelaskan jika permasalahan PKL yang ada di kota Cirebon harus segera dituntaskan.

"Diantaranya dengan melakukan langkah identifikasi terlebih dahulu terhadap mereka," demikian Dedi saat dihubungi salah seorang pegawai DKIS kota Cirebon, Jum'at (16/3).

Identifikasi maupun pendataan tersebut untuk mengetahui ada berapa banyak sebenarnya PKL yang ada di kota Cirebon termasuk asal mereka.

Dedi menekankan agar pendataan yang dilakukan kali ini dilakukan secara komprehensif. "Harus komprehensif, menyeluruh. Sehingga kita benar-benar mengetahui berapa sebenarnya jumlah PKL hingga kini," ungkap Dedi.

Selanjutnya Dedi juga meminta agar shelter-shelter PKL yang sudah dibuatkan, segera diisi. Seperti halnya di kawasan Ciptomangunkusumo, Alun-Alun, BIJB dan Bima.

"Dialog dengan mereka juga akan kita lakukan," ungkap Dedi.

Begitu pula Perangkat Daerah berwenang, Dedi mengaku akan segera memanggil dinas terkait yang selama ini mengurus PKL.

"Termasuk Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) serta Satpol PP," ungkap Dedi.

Pemanggilan tersebut juga dalam rangka menuntaskan permasalahan PKL yang ada di kota Cirebon. "Yang penting disini, kita bisa berhasil kalau ada kerja sama," tegas Dedi.

Terpisah, Kepala DPKUKM kota Cirebon, Ir. Hj. Yati Rohyati kepada pegawai DKIS tersebut menjelaskan jika jumlah PKL saat ini masih mengacu pada pendataan 2014 lalu.

"Saat itu jumlah PKL terdata sebanyak 2.841 pedagang," ungkap Yati.

Yati membawakan data berdasarkan acuan tahun 2014 lalu. Artinya, pendataan terhadap PKL setahun berjalan (2017) belum dilakukan pendataan ulang. DPKUKM kota Cirebon kembali melakukan pendataan PKL pada 2018 ini.

Upaya ini dilakukan untuk memudahkan menempatkan pedagang pada beberapa titik shelter di wilayah kota Cirebon.

"Perlu diketahui, kami melakukan pendataan ini tanpa anggaran," kata Yati.

Yati pun berharap jika data PKL nantinya tidak lebih dari pendataan yang dilakukan 2014 lalu. "Jika lebih, kami minta Satpol PP untuk menertibkannya," kata Yati.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) kota Cirebon, Drs. Andi Armawan, mengungkapkan jika pihaknya selama ini mengalami kesulitan dalam menertibkan PKL yang ada di sejumlah ruas jalan protokol di kota Cirebon.

"Karena kami tidak bisa membedakan mana pedagang yang sudah terdata dan masuk dalam binaan DPKUKM kota Cirebon," tukas Andi. [jar]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :