HOME » KANG DEDI
KANG DEDI
Senin, 26 Maret 2018 , 14:41:00 WIB

Revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan ala Dedi Mulyadi

Laporan: Yuslipar




RMOLJabar. Kondisi tempat pelelangan ikan atau masyarakat mengenalnya dengan istilah TPI kerap sulit dijangkau para pihak yang bertransaksi. Bukan karena infrastruktur jalan, melainkan karena kurangnya informasi menuju TPI tersebut.

Hal ini dikeluhkan oleh salah seorang nelayan di Kabupaten Indramayu kepada calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Husni (45) mengatakan akses informasi untuk konsumen ke tempatnya mendulang rupiah itu kurang memadai.

Husni yang sehari-hari melelang ikan hasil tangkapannya di TPI Mina Bahari, Indramayu tersebut berharap ada perbaikan. Menurut dia, perbaikan tersebut berguna demi menaikan omset lelangnya setiap hari.

"Kalau jalan ke sini sudah bagus Pak. Tapi, gak banyak orang tahu bahwa di sini ada pelelangan ikan. Jadi, segini yang datang," katanya di TPI Mina Bahari, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandang Haur, Kabupaten Indramayu, Senin (26/3).

Berdasarkan pantauan, tidak terdapat keramaian yang berarti di tempat pelelangan ikan itu. kondisi ini berbanding terbalik dengan hasil tangkapan nelayan setempat yang melimpah.

Menanggapi keluhan Husni, calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ternyata sudah memiliki gagasan penataan yang komprehensif. Menurut mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut, fungsi tempat pelelangan ikan sebagai tempat perputaran uang harus dimaksimalkan.

"Fungsi tempat ini sebagai pusat perputaran uang harus maksimal. Karena, efeknya bisa memperbaiki taraf ekonomi para nelayan," kata Dedi.

Atas dasar tersebut, pria yang lekat dengan iket Sunda berwarna putih itu menekankan perlunya penambahan banyak konsumen. Revalitasisasi tempat pelelangan ikan dia yakini dapat menarik konsumen baru ke tempat tersebut.

"Makanya, selain kita fokus pada revitalisasi pasar tradisional, kita juga fokus ini. Kita lakukan revitalisasi tempat pelelangan ikan,” ucapnya.

Tempat pelelangan ikan menurut Dedi Mulyadi, harus dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Selain toilet yang memadai, dia memandang kios kecil juga harus ada di sekitar tempat tersebut.

Sehingga, konsumen yang datang ke tempat pelelangan ikan merasa nyaman dan memiliki berbagai alternatif pilihan.

"Sarananya harus didukung dengan toilet yang bersih. Kemudian, ada kios makanan khas di sekitar tempat ini, bisa nanti jual ikan basah atau ikan kering. Konsumen, terutama kaum ibu nanti punya banyak pilihan, tempat ini bisa jadi rekreatif," katanya.

Demi mewujudkan orientasi tersebut, persiapan sumber daya manusia menjadi penting. Karena itu, Dedi Mulyadi menekankan agar pendidikan karakter ala maritim harus diterapkan ke dalam kurikulum pendidikan di wilayah pesisir.

"Anak-anak sekolah harus diajarkan sejak dini tentang cara menangkap ikan. Bisa secara tradisional maupun modern, keduanya mereka harus bisa. Kemudian juga diajarkan bagaimana cara menjual ikan yang baik. Ini penting diterapkan di daerah pesisir," pungkasnya. [nif]






BERITA LAINNYA

RUBRIK   :