HOME ยป KANG DEDI
KANG DEDI
Rabu, 28 Maret 2018 , 17:06:00 WIB

Budaya Ngantri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Laporan: Yuslipar




RMOLJabar. Sejak dulu, masyarakat Indonesia sering sekali diingatkan akan pentingnya budaya mengantri. Namun, seiring waktu, budaya mengantri mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

"Hanya sebagian kecil masyarakat saja yang masih menerapakan budaya mengantri. Para orang tua pun juga sudah tidak lagi mengingatkan anak-anaknya akan pentingnya budaya mengantri di kehidupan sehari-hari," ujar mBupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, disela menjenguk keluarga Guru korban pembegalan, di Kampung Bojong Kelurahan Nagri Kidul, Rabu (28/3).

Menurut Cawagub Jabar yang berpasangan dengan Deddy Mizwar ini, para orang tua di Indonesia lebih mementingkan nilai anaknya bagus dengan mengajarkan mereka matematika dan pelajaran lainnya dibanding mengajarkan anaknya dengan budaya untuk mengantri.

"Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang tua di negara maju lebih mementingkan anaknya untuk mengerti akan sopan santun dalam budaya antri dibandingkann anaknya mendapatkan nilai bagus dalam pelajaran," katanya.

Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa tingkat kemajuan suatu bangsa dilihat dari ketertiban masyrakatnya. Semakin tertib dan patuhnya masyarakat pada hukum dan norma-norma yang berlaku samakin majunya negara tersebut.

"Sama dengan budaya antri jika teratur maka masyarakat negar tersebut akan dinilai sudah maju," ujarnya.

Ia menilai budaya antri di Indonesia masih memiliki banyak sekali kelemahan. Dari ketidak tertiban saat mengantri dan juga  tindakan saling serobot dengan orang lain.

"Memang budaya antri merupakan hal kecil yang sering kita lupakan dan juga kita remehkan padahal budaya antri memiliki banyak sekali manfaat yang dapat kita jadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari kita," tandasnya. [nif]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :