HOME ยป HUKUM
HUKUM
Senin, 02 April 2018 , 17:10:00 WIB

DPC Peradi Bandung Kecam Keras Intimidasi Terhadap Advokat

Laporan: Faran




RMOLJabar. DPC Peradi Bandung mengecam keras lembaga-lembaga yang menyepelekan profesi advokat saat menjalankan tugasnya.

"Belakangan profesi advokat seolah olah disepelekan, dilecehkan oleh lembaga lain," ujar Roely Panggabean, Senin (2/4).

Sebelumnya Jumat (23/3) seorang dari anggota Peradi Bandung mendapat intimidasi dari suatu instansi negara. Mereka melakukan penjemputan paksa pada malam hari oleh oknum berseragam, dan diantaranya membawa senjata laras panjang.

Kejadian tersebut dinilai Rully merupakan preseden buruk bagi advokat. Ia mengajak seluruh anggota Peradi Bandung untuk bersatu menperkuat organisasi tersebut. Alasannya, bukan tidak mungkin kejadian serupa menimpa anggota lainnya.

Pemeriksaan terhadap anggota Peradi berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani, harus disetujui oleh Lembaga Peradi.

" Karena itu bentuk perlindungan bagi anggota dalam menjalankan profesinya," katanya.

Menanggapi hal tersebut Pengurus DPC Peradi Bandung, Hotmagus Sihombing mengatakan tindakan intimidasi tersebut merupakan pelanggaran berat.

"Ini harus diusut tuntas dan tidak boleh lagi terjadi, ini harus yang terakhir. Kami akan menjadi garda terdepan untuk membela anggota kami yang diintimidasi," kata Hotmagus

Semantara itu Zaedeni Herdiyasin anggota Peradi yang mengalami peristiwa penjemputan paksa menyesalkan kejadian tersebut

" Ini betul-betul preseden buruk,  bagaimana kami advokat yang sedang menjalankan tugasnya dijemput paksa oleh oknum Garnisun,  malah ada yang membawa laras panjang. Kami ini bukan teroris, kami ini advokat yang  dilindungi Undang-Undang. Dan perlu diingat ini domain sipil, " bebernya.

Penjemputan paksa dikantor hukum Zaedeny Herdiyasin di Jalan Landak No 12 Buah Batu, Bandung sempat menjadi perhatian warga.  Penjemputan juga terjadi dihadapan anak dan istri Zaedeny.

Peristiwa ini diyakini Zaedeny buntut dari perkara yang sedang ia tangani.  Zaedeny menyayangkan masih adanya praktek beking-membekengi dinegeri ini.

"Makanya saya sangat setuju dengan ketua, bahwa DPC Peradi Bandung sebagai bagian penegak hukum posisinya sejalan dengan pemerintah untuk melakukan penegakan hukum yang benar,  tidak boleh ada lagi abuse of power oleh lembaga negara," ujarnya.

Zaedeny mengapresiasi sikap DPC Peradi Bandung yang merespon permasalahan yang dialaminya.

"Ketua kami langsung membuat pernyataan sikap. Semoga ini jadi momen membangun solidaritas advokat dimanapun berada. karena bisa dibayangkan kami yang dikota aja bisa diintimidasi. Kami khawatir bagaimana dengan perlindungan teman teman advokat di daerah, " pungkasnya. [nif]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :