HOME ยป PERISTIWA
PERISTIWA
Sabtu, 14 April 2018 , 01:29:00 WIB

Laut Jangan Jadi Halaman Belakang Pembangunan






RMOLJabar. Selama Orde Baru, Indonesia selalu menempatkan potensi laut di halaman belakang. Potensi ini, baru dilirik saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Galang Pin Di Dada, Sandi Mau Angkat Popularitas Asian Games 2018

Demikian dikatakan Wakil  Ketua MPR dari unsur Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam Press Gathering di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (13/4)  malam.

Menurut dia, potensi laut Indonesia begitu luar biasa. Namun sayangnya belum digarap secara serius. Untuk itu semua pihak, termasuk wartawan, bisa menggali, melihat, dan memperhatikan bagaimana potensi laut yang dimiliki Indonesia sebagai bangsa yang besar.

"Ini tanggung jawab kita bersama, sehingga penting ada pandangan dan cara yang sama jika sudah ke lapangan," kata Muzani.

Indonesia, menurut dia, sebagai negara kepulauan yang potensi lautnya luar biasa. Sayangnya, kata Muzani potensi ekonomi kelautan kita baru dilirik sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

"Dulu, potensi laut kita ada di halaman belakang pembangunan kita," ujarnya.

Akibatnya, yang terjadi kemiskinan identik dengan pesisir, kemiskinan identik dengan nelayan. Termasuk keindahan laut di masa lalu, belum dianggap sebagai potensi.

Memang, kata Muzani, kelautan sebagai potensi tidak mudah dikembangkan, termasuk pergantian menteri berganti kebijakan.

"Jadi, bagaimana mendorong pembangunan kelautan yang bertumpu pada sektor maritim yang semakin baik," katanya.

Pada kesempatan itu, dia juga mengatakan sangat senang bisa hadir di acara  Press Gathering Pimpinan MPR dengan koordinatoriat wartawan MPR, DPR, DPD.

"Saya senang, ini tidak bicara koalisi, tidak bicara pilpres, tetapi bicara Manado dalam press gathering," kata Muzani.

Pembicara lain dalam acara ini adalah anggota MPR/DPR Ayub Khan dari Partai Demokrat, Andi Akmal Pasluddin dari PKS, Yanuar Prihatin dari PKB dan Abdurrahman Abu Bakar Bahmid dari kelompok DPD. Sementara Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey berhalangan dan diwakili Kepala Bappeda Sulut Rikki Tumando.[gun]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :