HOME ยป POLITIK
POLITIK
Sabtu, 14 April 2018 , 21:46:00 WIB

Seleksi Bacaleg 2019, PSI Jabar Libatkan Juri Independen

Laporan: Aldi Ferdian




RMOLJabar. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat, menyeleksi bakal calon legislatif (bacaleg) untuk disiapkan berkompetisi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Sekretaris DPW PSI Jabar, Reza Arfah mengatakan, sebagai partai baru peserta politik 2019, anak muda yang mengikuti seleksi tersebut diharapkan dapat terlibat aktif dalam proses-proses politik yang menentukan nasib banyak orang.

"Sebelum ditetapkan sebagai calon legislatif, para bakal calon legislatif harus melalui tahapan seleksi terlebih dahulu," kata Reza di Kantor DPW PSI Jabar, Jalan Kawaluyaan Indah 16 No 34, Bandung, Sabtu (14/4).

Reza menjelaskan, seleksi yang dilakukan PSI bersifat terbuka. Pasalnya, tahap kedua penentuan bacaleg ini melibatkan juri independen yang merupakan pakar dalam bidang politik. Juri tersebut di antaranya, Firman Manan (Dosen Ilmu Politik Unpad), Nina Nurmila (Aktivis Komnas Perempuan) dan Wawan Gunawan (Ketua Jaringan Kerjasama Antar Umat Beragama/Jakatarub).

"Proses seleksi bacaleg PSI melibatkan juri-juri yang independen dan kompeten dalam bidangnya. Kami tidak akan menerima titipan apalagi suap menyuap dalam proses seleksi caleg," tegas Reza.

Menurut Reza, juri independen yang telah ditetapkan akan menyeleksi para bacaleg dengan mengutamakan prinsip meritokrasi. Mereka akan menilai secara objektif integritas dan kapasitas para bacaleg. Proses tersebut ditempuh agar parlemen diisi oleh orang-orang yang baik.

"Seleksi dilakukan secara fair berdasarkan integritas dan kompetensi sesuai dengan prinsip meritokrasi. Kami ingin membawa budaya politik baru di Indonesia yang bersih dimulai dari seleksi bacaleg," pungkas Reza.

Perlu diketahui, Firman Manan adalah seorang akademisi dalam bidang ilmu politik yang meraih gelar magister di Universitas Ohio Amerika Serikat. Dia mengabdikan diri di Universitas Padjadjaran sebagai dosen. Dia juga aktif menjadi pengamat perpolitikan di Jawa Barat melalui tulisan-tulisannya yang tersebar di berbagai media massa.

Nina Nurmillah adalah seorang akademisi yang fokus pada persoalan isu kesetaraan gender. Nina meraih gelar Ph.D di Universitas Melbourne. Kapasitasnya dalam isu gender dan Islam membuatnya diamanahi sebagai Komnas Perempuan.

Wawan Gunawan adalah seorang aktivis yang mengabdikan dirinya untuk memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan keragaman. Wawan mendirikan komunitas Jakatarub guna menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan membendung arus ekstremisme.[gun]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :