HOME ยป HUKUM
HUKUM
Minggu, 15 April 2018 , 12:55:00 WIB

Aparat Sikat Pedagang Miras Berkedok Depot Jamu

Laporan: Yuslipar




RMOL. Aparat gabungan di Purwakarta ambil langkah strategis menyikapi persoalan maraknya peredaran minuman keras di wilayah tersebut.

Salah satunya, mengintensifkan operasi ke sejumlah titik yang disinyalir menjadi lokasi transaksi jual beli minuman memabukan itu. Diantaranya penjual miras berkedok depot jamu tradisional.

Petugas gabungan dari unsur TNI/Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat tidak ingin kecolongan. Petugas langsung melakukan penyisiran untuk memburu para penjual barang haram tersebut.

"Dini hari tadi, kami melakukan operasi bersama dengan jajaran TNI/Polri. Fokus kami saat ini, yakni memburu para pedagang miras, baik itu yang oplosan maupun yang bermerk," ujar Kabid Trantibum Satpol PP Purwakarta, Beny Primiadi kepada awak media, Minggu (15/4).

Beny menegaskan, kegiatan ini merupakan upaya cipta kondisi di wilayah ini. Salah satu tujuannya, untuk mengantisipasi kejadian serupa seperti yang terjadi di beberapa daerah belum lama ini.

"Kami akan mengintensifkan rajia miras ini. Tak hanya ke sejumlah kios jamu, kami pun akan menyisir lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan minuman tersebut," katanya.

Dia menjelaskan, operasi gabungan yang dilakukan malam tadi berbuah hasil. Petugas, berhasil mengamankan ratusan botol minuman beralkohol berbagai merk dari para pedagang di beberapa lokasi. Untuk barang bukti tersebut, telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Beny menuturkan, selain ke lokasi penjual miras, petugas juga menyisir tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi tongkorang muda-mudi. Karena, ada laporan yang masuk ke pihaknya, jika lokasi tersebut kerap dijadikan lokasi pesta miras dan transaksi prostitusi terselubung.

"Kami juga mengamankan beberapa pemuda tanggung yang tengah asik pesta miras. Satu di antaranya seorang perempuan. Dari tangan mereka, petugas mengamankan beberapa botol miras," tambah dia.

Sementara itu, Kapolres Purwakarta, AKBP Twedi Aditya Bennyahdi menambahkan,  jajarannya tak akan main-main soal minuman memabukan itu.

Karena, pihaknya menilai keberadaan mihol ini secara tidak langsung telah meracuni warga Purwakarta. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya untuk memutus mata rantai peredaran minuman memabukan tersebut.

"Penyisiran penjual miras ini, tak hanya akan difokuskan di wilayah perkotaan. Tapi, kami juga akan menyisir hingga ke wilayah peloksok dan perbatasan. Termasuk, ke tempat-tempat hiburan malam. Pokoknya, kami akan menyisir seluruh lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan miras," demikian Kapolres. [nif]












BERITA LAINNYA

RUBRIK   :