HOME ยป HUKUM
HUKUM
Minggu, 15 April 2018 , 13:26:00 WIB

Dua ASN di Kota Sukabumi kembali Ditegur Panwaslu

Laporan: Fajar Sidik Supriadi




RMOL. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu ) Kota Sukabumi kembali tegur aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Hal itu terkait kode etik ASN.

Ketua Panwaslu Kota Sukabumi Muhammad Aminuddin mengatakan, ASN yang ditegur terkait kode etik tersebut sebanyak dua orang. Satu orang sebagai pengawas dan seorang guru SD.

"Keduanya ASN di Dinas Pendidikan Kota Sukabumi," ujarnya kepada RMOLJabar, Minggu (15/4).

Menurutnya ke dua ASN itu menghadiri kegiatan yang di dalamnya terdapat salah satu paslon peserta Pilkada Kota Sukabumi. Meskipun, keberadaan paslon tersebut tidak terbukti sebagai kegiatan kampanye.

"Jadi ada pengajian di wilayah Gunungpuyuh. Calon Wali Kota nomor urut 2 Achmad Fahmi ini diundang oleh masyarakat untuk mengisi materi. Nah, ke dua ASN itu ada di dalam kegiatan tersebut," ucapnya.

Seharusnya, ke dua ASN tersebut tidak berada di dalam kegiatan tersebut. Walapun calon itu tidak sedang berkampanye.

"Walaupun tidak berkampanye, namun tetap saja namanya sebagai calon tetap melekat. Hal itu bisa menimbulkan persepsi lain di masyarakat," ungkapnya.

Apalagi di dalam surat edaran Kemenpan RB, sudah jelas ASN dilarang berfoto, ngelike, hingga mengikuti kegiatan sejumlah calon.

"Aturannya sudah jelas. Jangankan datang ke dalam kegiatan, ngelike di media sosial saja sudah tidak boleh," terangnya.

Terkait hal itu, surat teguran tersebut sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Sebab, hal yang disangkakannya terkait kehati-hatian.

"Dugaan kampanyenya tidak terbukti, namun dua ASN ini mendapat teguran dari Panwaslu yang ditembuskan ke Dinas Pendidikan. Sebab, masalahnya terkait kehati-hatian ASN tersebut," paparnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada ASN untuk meningkatkan kehati-hatian. Khususnya ketika ada kegiatan yang mengundang paslon peserta Pilkada, baik di Kota Sukabumi ataupun Jawa Barat.

"Harus hati-hati. ASN itu ada aturan dan kode etik," pungkasnya. [nif]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :