HOME ยป POLITIK
POLITIK
Senin, 16 April 2018 , 18:58:00 WIB

Debat Kandidat Pilkada Purwakarta, Diprediksi Tak Pengaruhi Pilihan Publik

Laporan: Yuslipar




RMOL. Debat publik Tiga Paslon Pilkada Purwakarta yang akan digelar KPU pada 19 April mendatang, diprediksi tidak akan signifikan mempengaruhi pemilih untuk menentukan pilihannya.

Pasalnya, publik Purwakarta tidak membutuhkan pertarungan gagasan yang bersifat sesaat.

"Publik Purwakarta membutuhkan hasil nyata yang berkesinambungan. Debat nanti pun tampaknya tidak terlalu dipedulikan warga, bahkan saya prediksi, debat hanya akan ramai dikalangan para pendukung paslon saja," kata Direktur Divisi Politik, Pusat Studi Kajian Politik Purwakarta, Farid Farhan, Senin (16/4).

Menurut Farid, sebenarnya kini kekuatan para paslon kurang lebih setara. Hal ini karena masing-masing paslon memiliki basis pendukung aktif di sejumlah daerah di Purwakarta. Namun hal tersebut bukanlah ukuran.

"Basis pendukung tidak menentukan secara langsung kepada siapa saja mereka berpihak. Bahkan mesin partai dari 2 paslon yang maju dari partai juga belum maksimal menjalankan tugasnya. Apalagi yang maju dari jalur independen," ucapnya.

Dikhawatirkan adalah banyaknya warga Purwakarta yang justru menjadi golput. Hal ini akibat konsolidasi di tingkat akar rumput yang tak berjalan maksimal. Bahkan jika saja Pilkada Purwakarta tak bersamaan dengan Pilgub Jabar, jumlah golput akan lebih banyak.

"Untung serentak dengan Pilgub Jabar, warga Purwakarta bisa lebih peduli terhadap pilkada. Hal ini karena Dedi Mulyadi masih disukai oleh warga Purwakarta kebanyakan," ujarnya.

Selain itu kata Farid, peran ASN di Purwakarta juga lumayan berpengaruh kepada pilkada. Hanya saja ASN ini sepertinya terpecah ke 2 paslon yaitu pasangan nomor 1 dan nomor 2.

"Pak Padil kan mantan Sekda jadi wajar akan ada pendukungnya dari kalangan ASN, sementara Ibu Anne adalah istri dari petahana. Sehingga otomatis suara terbelah," ucapnya.

Meski demikian pasangan independen yaitu Zainal Arifin dan Luthfi Bamala pun perlu diperhitungkan. Hal ini karena Luthfi Bamala sangat dekat dengan para pedagang yang menjadi roda perputaran ekonomi di Purwakarta.

"Yah seperti yang saya sebutkan tadi, peta kekuatan calon itu imbang. Jadi saya belum bisa memberikan pernyataan siapa yang layak menang di Pilkada Purwakarta. Meski jika dari dukungan partai, paslon Anne-Aming menguasainya, tetapi itu bukan jaminan," ucapnya.

KPU juga diharapkan terus melakukan sosialisasi siaran langsung debat publik ini. Siapa tahu dengan sosialisasi ini, masyarakat Purwakarta bisa tertarik untuk menonton para paslon yang ada.

"Saya harap ada gagasan-gagasan bagus dari para calon kepala daerah di Purwakarta. Meski mungkin terealisasi atau tidaknya janji politiknya tergantung dari paslon yang terpilih nanti," ucapnya.

Oleh karena itu  masyarakat Purwakarta diminta ambil andil dari kontestasi politik 5 tahunan ini.

"Keputusan warga Purwakarta menentukan nasib Purwakarta yang telah harum ini ke depan. Bisa menjadi buruk, atau tambah baik, tergantung dari warga Purwakarta sendiri," tandasnya. [nif]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :