HOME » KESEHATAN
KESEHATAN
Selasa, 17 April 2018 , 07:52:00 WIB

Bulan April Pasien Kelas B BPJS Bisa Dilayani Di RSUD Kota Bandung

Laporan: Sony Fitrah P




RMOL. Bulan April Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung bisa layani pasien BPJS untuk kelas B. Kelebihannya pasien dapat layanan CT-Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan fasilitas cangggih lainnya.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Kota Bandung, Exsenvenny Lalopua di Bandung, Selasa (17/4).

"Selama ini pasien yang dilayani di RSUD Kota Bandung ini 85% adalah peserta BPJS dan hanya melayani kelas C. Maka dengan selesainya addendum Perjanjian Kerja Sama (PKS)  dengan BPJS pada bulan April pasien kelas B pun bisa kita layani," katanya.

Venny menjelaskan rumah sakit sudah bisa melayani pasien-pasien BPJS Kesehatan kelas B dengan besaran tarif 10-20% lebih tinggi daripada kelas C. Penambahan layanan untuk kelas B ini tidak berarti pasien kelas C tidak dilayani.

Dengan jumlah layanan yang lebih banyak, maka Venny berharap, bisa mengeskalasi pendapatan rumah sakit untuk pelayanan yang lebih baik. Pendapatan itu akan digunakannya untuk meningkatkan kualitas alat kesehatan, membayar gaji para tenaga kesehatan, dan peningkatan kapasitas pegawai.

Karena rumah sakit itu orientasinya memang bukan profit. Kami tidak mencari keuntungan. Semua pendapatan yang kita peroleh akan kita kembalikan dalam bentuk peningkatan mutu layanan,” tegas Venny.

Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah gaji para tenaga kesehatan yang besarannya ditentukan oleh kemampuan rumah sakit. Saat ini, RSUD yang berada di kawasan Ujungberung ini memiliki 479 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Non-PNS yang gajinya serta jasa pelayanannya dibayar dari pendapatan rumah sakit.

Hal itu sangat kita perhatikan pula. Oleh karena itu sejak lama kami mengajukan agar rumah sakit ini dinaikkan menjadi kelas B salah satunya untuk itu, agar kita bisa memenuhi segala kebutuhan operasional rumah sakit. Tapi segalanya butuh proses, kami sedang berusaha,” tuturnya.

Demikian pula halnya dengan premi BPJS Ketenagakerjaan yang juga menjadi aspirasi para tenaga kesehatan kepada manajemen rumah sakit. Venny menjelaskan, pihaknya sedang mengkaji tentang pemenuhan permintaan karyawannya itu.

Kita sedang berhitung dulu dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Namun ia optimis, kondisi ini akan segera membaik setelah operasional rumah sakit kelas B bisa diberlakukan. Jika bulan ini bisa efektif, maka BPJS bisa membayarkan klaim layanannya pada Juni 2018 setelah melalui serangkaian proses verifikasi.

Tapi yang terpenting tiga pilar rumah sakit, yaitu pelayanan, pendidikan, dan penelitian itu tidak terganggu. Kami tetap berusaha mengoptimalkan semuanya,” ucapnya. [bon]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :