HOME ยป PEMERINTAHAN
PEMERINTAHAN
Selasa, 17 April 2018 , 11:40:00 WIB

BPOM Bandung Kerjasama Dengan KPID Jabar Awasi Iklan Produk Obat

Laporan: Ridwan Abdul Malik




RMOL. Dalam rangka mengintesifkan tindak lanjut pengawasan obat tradisonal dan suplemen kesehatan, Balai Besar Pengawas dan Makanan (POM) menggelar acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa barat dengan maksud untuk memperkuat pengawasan iklan produk tersebut pada media penyiaran lokal.

Deputi Pengawasan Obat Tradisional Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, Maya Gustina Andarini menjelaskan pihaknya telah menemukan sebanyak 50% penjual obat tradisional dan 34% produk suplemen kesehatan yang tidak memenuhi syarat regulasi untuk penayangan iklan di media lokal, khususnya Jawa barat.

"Ditemukan Obat tradisional  sekitar 50 persen dan suplemen kesehatan 34 persen tidak memenuhi," ucapnya, Hotel Aston, Kota Bandung, Selasa (17/4).

Hal tersebut terjadi karena di nilai masih kurangnya pengetahuan mengenai regulasi beriklan dan minimnya komunikasi dengan penyedia jasa atau pihak ke 3 dalam beriklan.

"Hal itu terjadi  mungkin dikarenakan pelaku usaha belum mengetahui soal regulasi atau mungkin tidak ada sinkron antara perusahaan dan pengiklan. Sebab kadang-kadang melalui jasa pengiklan," ujar Andarini kepada RMOLJabar.

Andarini menambahkan, Badan POM akan melakukan upaya-upaya pengawasan dan pencegahan pelanggaran kepada para pelaku usaha dengan beberapa metode yang sudah disiapkan, salah satunya menggandeng KPID Jawa Barat.

"Badan POM berusaha melakukan sosialisasi, komunikasi, dan edukasi kepada pelaku usaha agar iklan-iklan tersebut agar tertibkan," pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua KPID Jabar, Dedeh Fardiah mengungkapkan, menyambut baik adanya kerjasama yang dilakukan BPOM Bandung dengan KPID Jabar dalam melakukan pengawasan terhadap iklan produk obat tradisional dan suplemen guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

"Tentu saja kita dengan adanya MoU dengan BPOM, ini maka harapan kami menjadi lebih sering berkomunikasi karena ini kan untuk kepentingan publik yah, kepentingan informasi supaya tersampaikan dengan baik," tutupnya. [bon]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :