HOME ยป HUKUM
HUKUM
Selasa, 17 April 2018 , 12:57:00 WIB

Polisi Ringkus Komplotan Rampok Koperasi Bunga Matahari

Laporan: Yuslipar




RMOL. Unit Jatanras Satreskrim Polres Purwakarta berhasil meringkus kawanan rampok bersenjata api yang menggasak Koperasi Bunga Matahari, di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Kita amankan Empat tersangka, inisial JS, AP, FA dan HM, semuanya tercatat sebagai warga Kabupaten Bekasi. Satu pelaku lagi AS masih DPO," ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agta Bhuawana, di Mapolres Purwakarta, Selasa (17/4).

Menurutnya, setelah dilakukan penyelidikan terhadap tersangka para pelaku curas, awal April lalu pihaknya mendapat informasi mengenai keberadaan tersangka di Kabupaten Bekasi.

"Atas informasi tersebut anggota bergerak. Empat orang pelaku berhasil diamankan sementara satu tersangka belum ditemukan," tuturnya.

Selanjutnya, para tersangka di Mapolres guna penyidikan lebih lanjut. Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti diantaranya; satu buah celurit, empat unit hp, pakaian dan satu unit mobil bernopol B 1015 FOA. "Tersangka dijerat pasal 365 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," ujar Kasat.

Diberitakan sebelumnya,  kawanan perampok bersenjata api satroni Koperasi Bunga Matahari di Perum Bumi Hegar Asih Cisereuh, Purwakarta, pertengahan Febuari lalu. Akibatnya, uang koperasi, perhiasan emas dan HP raib digondol empat pelaku. Kerugian mencapai Rp 60 juta.

Peristiwa itu terjadi disaat koperasi yang berada di lingkungan padat penduduk, sedang sepi pengunjung. Tiga karyawan yakni Komara, Asrul dan Hani tiba-tiba kedatangan tiga lelaki yang berpura pura mengajukan pinjaman. Ketiganya ditolak karena bukan anggota koperasi.

Pada saat itu, ketiga lelaki asing beraksen melayu mengacungkan senjata api dan meminta mereka diam. "Jangan berteriak. Kalau masih ingin hidup," ancam pelaku sambil menodongkan pistol.

Karuan saja ketiga karyawati itu panik. Mereka tak mengira ketiga orang asing itu perampok. Detik berikutnya, pelaku menyekap ketiga korban dalam kamar mandi dengan kondisi tangan dan kaki diikat sedangkan mulut dan mata dilakban.

Pelaku kemudian menggasak seluruh barang berharga di koperasi bergerak dibidang makanan ringan diantaranya uang di brangkas Rp 30 juta, perhiasan emas yang melekat ditubuh korban dan hp milik korban.

Ketua RT setempat, Umar Danu menyebutkan, aksi perampokan kali pertama diketahui oleh tetangga Koperasi Nyonya Beni. Ia didatangi korban Komara yang melepaskan ikatan. "Ya, rumah di sebelahnya yang pertama kali tahu," ujarnya. [bon]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :