HOME ยป PEMERINTAHAN
PEMERINTAHAN
Selasa, 17 April 2018 , 19:06:00 WIB

Disdukcapil Purwakarta Sesuaikan Cetakan Suket

Laporan: Yuslipar




RMOL. Disdukcapil Kabupaten Purwakarta harus menyesuaikan pencetakan surat keterangan (suket), pengganti KTP elektronik, sesuai dengan format Kemendagri.

Format itu diperuntukkan bagi pemilih yang belum memiliki KTP elektronik dalam Pilkada Purwakarta dan Pilgub Jabar 2018.

Sebelumnya, suket yang dicetak oleh Disdukcapil merupakan format reguler, tidak mengkhususkan bagi pemilih dalam pemilu. Otomatis instansi itu pun harus mengubah format dan menyesuaikan dengan arahan dari Kemendagri.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Purwakarta Sulaiman Wilman menegaskan, pada prinsipnya format baru itu hampir sama dengan suket regular. Hanya saja dalam format baru terdapat klausul untuk pemilih dalam pemilu. Dengan begitu pihaknya pun segera melakukan langkah-langkah penyesuaian.

"Sampai saat ini kami sudah mencetak sebanyak 11.000 suket dengan format baru. Tentunya, bagi yang sudah mencetak suket regular tidak harus diubah. Akan tetapi, format baru ini lebih dominan disasarkan kepada pemilih pemula yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 23.000 orang," ujar Sulaiman kepada awak media, Selasa (17/4).

Format baru itu pun akan dilakukan instansinya jika pemilih pemula itu sudah menginjak usia 17 tahun. Selama ini bagi pemeilih pemula tetap direkam dalam keadaan offline.

Sehingga begitu sudah berusia 17 tahun, suket sudah bisa dicetak dan dikeluarkan. Pada dasarnya, disdukcapil berkomitmen untuk memfasilitasi warga negara untuk melaksanakan hak konstitusinya dengan memberikan suara pada saat pemilu. "Perekaman untuk pemilih pemula sudah mencapai sekitar 17.000 an," ucapnya.

Sementara, terkait dengan KTP elektronik, Sisdukcapil tidak bisa memprediksi jumlah yang belum memiliki dokumen kependudukan itu, terutama bagi warga yang melakukan penggantian akibat hilang atau rusak. Dia pun mengaku, hingga saat ini instansinya masih terkendala tentang kepekaan warga dalam merekam data.

Terdapat beberapa wilayah yang dikategorikan rawan perekaman KTP elektronik, di antaranya Kecamatan Sukatani, Darangdan, Bojong dan Wanayasa. Sehingga pihaknya mengimbau agar warga dengan penuh kesadaran untuk melakukan perekaman. Sebab satu menit merekam akan menentukan lima tahun ke depan dalam pemilu.

"Kami memiliki stok sebanyak 9.000 blangko KTP elektronik. Artinya, jumlah sebanyak itu cukup aman. Kami siang malam terus melakukan perekaman," demikian Kadis. [jar]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :