HOME ยป POLITIK
POLITIK
Selasa, 17 April 2018 , 20:09:00 WIB

Pasca OTT Bupati, Banyak Kadis Menghilang

Laporan: Tri Junari




RMOLJabar. Pasca penangkapan Bupati Bandung Barat Abubakar bersama tiga kepala dinas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kantor komplek pusat pemerintahan Mekarsari, Ngamprah sepi, bahkan sebagian banyak kepala dinas menghilang dari kantornya.

Pantauan RMOLJabar pada Selasa (17/4) di gedung A tempat kantor Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi Informasi dan Dinas Perhubungan aktifitas nampak lengang.

Para kepala dinas di dinas tersebut diketahui tak ada di ruangannya,  Di gedung A hanya ada Kadinsos Heri Partomo dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Asep Wahyu FS.

Kondisi ini mementahkan ucapan Plt Bupati, Yayat T Soemitra yang mengatakan situasi pelayanan dan pemerintahan berjalan normal meskipun tengah dilanda keprihatinan atas kejadian penangkapan Bupati Abubakar.

Tokoh pemekaran Kabupaten Bandung Barat, Asep Suhardi angkat bicara atas kondisi ini, menurutnya Yayat dan Sekretaris Daerah Aseng Junaedi rajin melakukan inspeksi mendadak ke kantor dinas untuk memastikan pelayanan publik berjalan normal.

"Pemkab harus bisa move on, gak bisa kaya begini. Kasihan masyarakat pasti ini akan terganggu. Apalagi kalau sampai kepala dinas gak ada di ruangan, itu sudah kelewatan. Saya saja datang ke sini (Pemkab) melihat sepi sekali ke setiap dinas. Pak Yayat harus segera sidak ini," katanya di Gedung A, Selasa (17/4).

Ado sapaan akrabnya menilai, jika terus dibiarkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab akan semakin larut dalam keprihatinan dan bekerja kurang maksimal.

"Saya lihat hanya pegawai honorer yang ngantor, ASN apalagi kepala dinas malah tidak ada. Padahal pemkab harusnya bangkit dari keterpurukan saat ini. Tunjukan jika kita bekerja lebih baik lagi,"tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Bupati KBB, Abubakar menjadi tersangka bersama Kepala Disperindag, Weti Lembanawati, Kepala Bappelitbangda, Adiyoto, dan Kepala BKPSDM, Asep Hikayat oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga melakukan tindakan korupsi dengan penyuapan untuk dana Pilkada pasangan Elin Suharliah Abubakar-Maman Sunjaya (Emas) di pemilihan bupati 2018-2023. [jar]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :